
HIDUNGNYA GEDE, YA......
Liputan untuk program CERITA SORE? Pastinya gak jauh-jauh dengan tema berbau humanis dan dramatis. Otomatis, narasumbernya adalah orang-orang miris, yang mengalami penderitaan berlapis, hingga bikin hati saya menangis, karena teriris.... (apaan seeeh?).
Termasuk liputan saya yang satu ini. Tentang seorang penjaga Masjid Daarut Tauhid - Bandung. Namanya Romi. Pahitnya pengalaman hidup. membuat lelaki asal Solok - Sumatera Barat ini bertekad merubah nasib.
18 Tahun, Romi menjad pengemis, di tanah kelahirannya. 18 tahun, ia menadahkan tangan, mengharap belas kasihan orang lain. 18 tahun, harga dirinya ia pertaruhkan demi kepingan rupiah.
Hingga suatu hari, mata bathinnya terbuka, setelah berkali-kali mendengar ceramah Aa Gym. Tahun 2005, ia memutuskan mendalami Islam, agama yang dianutnya sejak lahir. Berbekal uang secukupnya, Romi memberanikan diri mendatangi Pesantren Daarut Tauhid. Di tempat ini, Romi dipercaya menjaga stand kaset-kaset rohani. Bahkan, Romi juga turun tangan membantu membereskan sandal-sepatu para pengunjung Masjid. Sebagai imbalan, Romi menerima "gaji" dan diizinkan tinggal di Pesantren, sambi mendalami ilmu agama.
Perjuangan hidup Romi itulah, yang membuat Saya dan Fajar (cameraman), tertarik untuk mengangkat profilnya.
----------------
1 Mei 2006. Pukul : 4 Subuh...
Subuh itu, kami terobos dinginnya udara Bandung, menuju Daarut Tauhid. Di sana, kami langsung bertemu Romi. Aksi pun dimulai.
Setiap gerak Romi, diabadikan cameraman Fajar. Sosok Romi memang luar biasa. Kedua kaki dan tangannya, tak sempurna. Cara bicaranya pun, sulit dimengerti. Untuk Berjalanpun, ia harus bersusah payah, menjaga keseimbangan. Tapi tetap saja, bagi kami sosok nya begitu istimewa.
Pukul : 7 Pagi...
Saya, Fajar, Romi, dan driver kami duduk di sebuah bangku kayu sederhana, sambil menikmati bubur ayam. Cerita pun, mulai mengalir dari mulut Romi.
"Saya pernah lihat Gedung Trans TV" katanya. Dengan artikulasi yg hampir tidak kami mengerti.
Kami pun menanggapi ringan "OOOOoooh..."
Cukup lama... suasana hening. Masing-masing dari kami kembali menikmati menu sarapan pagi itu. Tiba-tiba, Romi menatap lekat-lekat wajah Fajar. Lalu berkata " GEDUNG nya gede ya"
Sontak, kami semua tertawa terbahak. Begitupun dengan Romi.
Fajar pun berkomentar "Wah, dia ngatain HIDUNGku gede" . Tawa kami pun meledak lagi.
Tiba-tiba, Romi terdiam, dan menunduk.. "Maaf, Romi udah bikin salah pengertian.... maksud Romi, GEDUNG Trans Tv nya gede. Bukan HIDUNG"
Saya pun berusaha menghibur Romi, agar ia tak merasa bersalah. "Ooooh, Gedung..? Kami mendengarnya Hidung. Tapi emang hidung Fajar Gede, kok."
Dan... Romi pun kembali tersenyum....

0 Comments:
Post a Comment
<< Home