Tuesday, October 10, 2006


PROSEDUR eh PRODUSER YANG ANEH
"Cha-iiiiiiiiiiiii....."
"Iiiiiiiiiihhhhhh...."
Suara melengkingnya khas banget. Makanya saya gak perlu repot-repot mencari tau, siapa yang memanggil saya. Itulah suara "emas" nya Mbak Ami - Produser Cerita Sore. Yang notabene Bos saya.
Bos yang Aneh !!! tapi Predictable, kok.
Kalo dia keliatan Bete n marah-marah, bisa ditebak penyebabnya : LAPAR.
Kalo udah begini, jangan coba-coba mendekati. Apalagi tanpa membawa makanan... Wuihhh, bisa di gonggong!! guk ! guk !
Ada beberapa moment yang cukup "menakjubkan".
1. Suatu ketika, seorang camera person (campers) datang telat. Sementara reporternya udah nunggu lama. Otomatis, Mbak Ami marah-marahin si campers via telpon. Beberapa saat kemudian, si campers datang dengan membawa sebungkus rujak buah. Ajaib! Senyum Mbak Ami langsung merekah dan mengembang. (akhirnya, kebiasaan jelek ini menimbulkan budaya "sogok" di tubuh program CERITA SORE, yang identik sebagai program Religius :)
2. "Jangan ambil tahu gue, ya!". Peringatan itu berlaku untuk semua kru Cerita Sore, yang kala itu sedang berbuka puasa di RM. Wong Solo - Cibubur. Kalo udah masalah makanan, ibu hamil ini emang "parno" banget. Sempet-sempetnya dia memperingatkan kami-kami, yang jelas-jelas udah kekenyangan banget. Karena takut tahu nya di "colong", dengan sigap dia membungkus tahu yang tergeletak tak berdaya itu, dengan tissue (waktu itu pake tissue makan/ wc??). Merasa tahu nya aman, dia pun berlalu menuju Mushalla. Duuuuhhh, siapa juga yang mau ngambil tahu yang udah tercampur di piring kotor...
Yaaa... begitulah Mbak Ami. Biar aneh, saya tak malu mengakuinya sebagai "Atasan".. Bahkan seorang reporter pernah tega berkata begini "Aku gak malu, punya Produser jelek" kikikik.. (Percayalah, Mbak... gak penting outer beauty.. Mbak Ami memiliki yang lebih istimewa "inner beauty. Yaa walaupun Mbak gak pernah menyadarinya).
-----------------------
Sempet kaget juga, sih.. coz ternyata Mbak Ami tidak seperti dugaan awal saya.
Waktu pertama kali mengenalnya, tahun 2003 silam, saya pikir wanita ini sosok "senior" dan reporter ideal. Ramah, smart, sederhana, dan mau membantu kami-kami, yang baru masuk divisi pemberitaan Trans Tv. Pokoke, dia paling asyik dijadiin tempat belajar. Sayang... hanya sekitar 6 bulan saya berkesempatan kerja bareng wanita bernama asli Ami Lidya Melanrosa ini.
Awal tahun 2006, nasib mempertemukan saya dan Mba Ami. Kami kembali kerja bareng di program Cerita Sore. Tapi, kali itu Mba Ami udah jadi Asisten Produser trus naik jabatan jadi Produser.
Kini, setelah hampir 1 tahun kerja bareng lagi, baru ketauan "Ancur" nya. Selain Narsis abis, yaa itu tadi, kelakuannya kayak anak kecil. Suka ngumpulin makanan, rebutan makanan.. hehe.
Tapi, Begitu banyak, hal yang saya kagumi dari seorang Ami. Dia tegas, bisa cepat mengambil keputusan di situasi genting. Trus... Speak her mind. Ga suka basa-basi. Dan Tega an. Sesuatu yang sama sekali gak mengalir di jiwa saya. Yaaa... Aneh tapi Ok !!!

2 Comments:

Blogger Tr1n!karadiwiTri said...

aku setuju buat semua kata-kata mba icha tentang ibu hamil yang satu itu...sampe detik terakhir dicerita sore ibu yang satu itu memang selalu berkata LAPEEEERRRR...trus alesannya pasti "AKU KAN LAGI HAMIL" lha,,,hamil kok dijadiin alesan, iya khan mba icha?!

3:19 AM  
Blogger Tr1n!karadiwiTri said...

aku setuju buat semua kata-kata mba icha tentang ibu hamil yang satu itu...sampe detik terakhir dicerita sore ibu yang satu itu memang selalu berkata LAPEEEERRRR...trus alesannya pasti "AKU KAN LAGI HAMIL" lha,,,hamil kok dijadiin alesan, iya khan mba icha?!

3:19 AM  

Post a Comment

<< Home